
Merdeka.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan budaya yang melimpah. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas kulinernya masing-masing.
Selalu ada makanan-makanan tradisional yang menjadi ciri khas daerah tertentu. Namun sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu makanan-makanan tradisional ini mulai semakin sulit ditemui.
Berikut beberapa makanan tradisional Indonesia yang mulai sulit untuk ditemukan.
1 dari 5 halaman
1. Sayur Babanci dari Betawi
2020 Merdeka.com
Sayur yang satu ini merupakan makanan tradisional Indonesia yang mulai sulit untuk ditemui. Sayur babanci sendiri dikenal sebagai salah satu sayur khas dari betawi.
Sayur ini biasanya dihidangkan pada saat acara-acara besar maupun hajatan. Meskipun namanya sayur, sayur babanci ini justru berisi daging sapi, petai, dan kuah asam pedas bersantan.
Sama seperti rendang, sayur ini juga menggunakan santan kental. Makanan yang mengandung santan memang tidak perlu diragukan lagi kelezatannya.
Jika Anda ingin mencicipi sayur yang satu ini, anda dapat menunggu gelaran-gelaran akbar khas betawi atau mungkin belajar memasaknya sendiri. Selain mengisi waktu, Anda juga dapat mengembangkan ketrampilan dalam memasak.
2 dari 5 halaman
2. Kidu dari Sumatera Utara
2020 Merdeka.com
Makanan tradisional Indonesia yang mulai sulit ditemui selanjutnya adalah Kidu dari Sumatera Utara. Lebih tepatnya kidu menjadi makanan tradisional khas Suku Karo.
Anda dapat menemui makanan satu ini pada gelaran-gelaran budaya. Keunikan dari makanan ini berada pada bahan dasar yang digunakan.
Kidu masuk ke dalam salah satu makan ekstrim karena terbuat dari ulat pohon enau yang sudah membusuk. Ulat pohon enau dapat dikonsumsi dengan dua cara, yaitu langsung tanpa dimasak dan melalui proses dimasak.
Bahan utama yang semakin sulit ditemui inilah yang kemudian membuat kidu juga semakin sulit ditemui. Tak hanya bahan utamanya yang sulit untuk ditemui, bumbu pelengkap yang digunakan juga mulai sulit ditemui.
Teknik memasak yang tidak boleh sembarangan juga menambah tingkat kesulitan untuk memasak Kidu. Teknik memasak Kidu memang perlu diperhatikan. Jika salah dalam memasak, maka dapat menyebabkan sakin perut bagi yang mengonsumsi.
3 dari 5 halaman
3. Mie Lethek dari Bantul
2020 Merdeka.com
Makanan tradisional yang satu ini merupakan makanan khas Jawa yang berasal dari Bantul. Nama lethek berasal dari bahasa Jawa yang berarti kusam atau kotor.
Nama tersebut diberikan karena memang tampilan dari mie ini berwarna kelabu dan kusam. Mie ini terbuat dari tepung tapioka dan tepung singkong.
Biasanya mie ini diolah menjadi bakmi jawa goreng maupun kuah. Meskipun tidak menggunakan bahan pengawet dalam pembuatannya, mie lethek mampu bertahan sekitar 3 bulan jika disimpan dengan benar.
Uniknya, mie lethek diproduksi dengan cara tradisional dibantu oleh tenaga sapi. Dalam pembuatannya,tenaga sapi digunakan untuk menggerakkan silinder dengan berat sekitar 1 ton. Silinder ini berfungsi sebagai alat pengaduk bahan-bahan mie.
4 dari 5 halaman
4. Bubur Bassang dari Makassar
2020 Merdeka.com
Makanan tradisional Indonesia yang mulai sulit ditemui selanjutnya adalah bubur bassang yang berasal dari makassar. Nama bassang itu diambil dari kata bassoro yang memiliki arti kenyang.
Makanan ini terbuat dari jagung pulen dan santan yang disajikan dalam bentuk bubur. Sama seperti halnya bubur ayam, bubur basang kerap disajikan sebagai menu sarapan.
Penjualan bubur bassang pada saat ini mulai mengalami penyusutan. Oleh karena itu banyak dari pedagang bubur bassang yang melakukan inovasi dengan menambah topping pada bubur bassang.
5 dari 5 halaman
5. Gulo Puan dari Palembang
2020 Merdeka.com
Makanan Tradisional Indonesia yang mulai sulit ditemui berikut berasal dari Palembang. Gulo puan, sesuai dengan namanya gulo tentu makanan satu ini terbuat dari gula.
Bahan dasar pembuatan gulo puan adalah susu kerbau dan gula pasir. Ada pula yang menyebut gula puan sebagai kejunya Sumatera Selatan.
Makanan manis ini dahulunya merupakan makanan yang biasa dimakan oleh para raja. Makanan ini membutuhkan waktu pengolahan yang cukup panjang.
Membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk membuat makanan ini. Adonan gulo puan juga harus terus diaduk agar tidak gosong.
Bahan baku susu kerbau yang sulit untuk ditemui, ditambah cara memasak yang memakan cukup banyak waktu membuat makanan satu ini semakin sulit untuk ditemui.
[vna]"tradisional" - Google Berita
March 20, 2020 at 05:45PM
https://ift.tt/2J1zKT1
5 Makanan Tradisional Indonesia yang Kini Semakin Sulit Ditemukan - Merdeka.com
"tradisional" - Google Berita
https://ift.tt/36vD17m
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
Bagikan Berita Ini
0 Response to "5 Makanan Tradisional Indonesia yang Kini Semakin Sulit Ditemukan - Merdeka.com"
Post a Comment