Search

Bosan Beraktivitas di Rumah, Atasi dengan Permainan Tradisional - Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Bekerja atau belajar dari rumah terlalu lama memang membosankan. Daripada terus bermain gawai di saat jenuh dan merusak mata, kenapa tidak mencoba mainan tradisional?

Tak ada salahnya menghidupkan lagi permainan tradisional yang bisa dilakukan di dalam rumah, terutama ketika sebagian masyarakat sedang melakukan pembatasan sosial. Anda bisa melakukannya bersama anggota keluarga atau mengenalkan pada anak yang lebih akrab dengan permainan digital.

Congklak
Permainan tradisional ini bisa dilakukan oleh dua orang yang saling berhadapan di depan papan berlubang. Total ada 16 lubang. Setiap pemain menghadapi tujuh lubang kecil dan satu lubang besar di setiap sisi.

Congklak biasanya memakai kerang kecil sebagai biji. Tapi, Anda bisa mengakalinya dengan biji atau batu-batu kecil. Setiap lubang diisi dengan tujuh kerang, pemain bisa memilih lubang yang akan diambil, lalu meninggalkan satu kerang di setiap lubang berlawanan dengan arah jarum jam.

Permainan dinyatakan selesai bila semua kerang sudah berada di lubang besar pemain. Siapa yang punya kerang paling banyak adalah pemenang. Congklak butuh strategi dan kemampuan untuk berhitung, bagaimana pemain bisa mengatur strategi agar mendapat sebanyak mungkin kerang.

Bekel
Permainan ini membutuhkan bola karet yang membal dan biji-biji bekel dari kuningan dengan bentuk menyerupai kursi santai. Dengan satu tangan, bola harus dilempar hingga membal sekali, lalu biji bekel disebarkan di lantai.

Pemain kemudian harus melempar bola sambil mengambil setiap biji. Di level berikutnya, pemain harus mengambil lebih banyak biji dalam setiap lemparan bola. Setelah itu, pemain harus melempar bola lalu membalikkan biji bekel agar sisi pit di atas, lalu membalikkan agar sisi roh di atas.

Gagal mengambil atau membalikkan biji bekel membuat pemain kalah dan harus memberikan giliran pada pemain lain. Orang yang menyelesaikan semua level tanpa kesalahan keluar jadi pemenang. Butuh konsentrasi dan ketangkasan dalam bermain bekel. Bola bekel yang melambung terlalu tinggi akan sulit ditangkap. Pemain pun harus memperhatikan angle bola saat melempar agar tidak jatuh pada biji-biji bekel.

Kelereng
Seperti namanya, permainan ini membutuhkan kelereng warna-warni. Dulu, permainan kelereng atau gundu biasanya dilakukan di tanah terbuka. Tapi, sekarang Anda bisa memainkannya di dalam rumah.

Kelereng bisa dimainkan oleh banyak orang. Buatlah lingkaran kecil di lantai, setiap pemain menaruh sebutir kelereng di dalam lingkaran. Setelah itu, lempar yang lain ke arah lingkaran. Mereka yang berhasil melempar paling jauh bisa bermain pertama kali.

Pemain bisa menyentil kelereng di dalam lingkaran dengan kelereng lain. Bila berhasil menabrak gundu yang dituju, maka gundu itu boleh disimpan. Siapa yang bisa mengumpulkan lebih banyak kelereng keluar sebagai pemenang.

Let's block ads! (Why?)



"tradisional" - Google Berita
March 20, 2020 at 01:12PM
https://ift.tt/2IYEatG

Bosan Beraktivitas di Rumah, Atasi dengan Permainan Tradisional - Tempo
"tradisional" - Google Berita
https://ift.tt/36vD17m
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Bosan Beraktivitas di Rumah, Atasi dengan Permainan Tradisional - Tempo"

Post a Comment

Powered by Blogger.